Buat perokok dari bekas pecandu rokok!
Tepat duapuluh tahun, paru-paruku dipenuhi asap rokok.Belum polusi udara
lain. Tidak sadar elmaut mengitariku tiap hari selama dua puluh tahun.
Tanggal 1 Januari 2008. Hari yang penting bagiku, bukan karena merayakan tahun baru dengan pesta. Aku berhenti merokok selamanya.
Gampang, gak sih berhenti merokok. Permulannya sungguh menyiksa. Kadang sperti orang yang sakaw, bangun tengah malam hanya mencari asbak. Tepatnya, koyo wong kenthir… Dua tiga hari, sakaw rokok. Edannnn tenan…
Untunglah, keluarga mendukung berhenti merokok.
Sudah dua puluh enam hari berhenti merokok.
Butuh waktu yang sangat lama untuk dikatakan sembuh, bebas dari rokok.
Ah, jalani saja, terpenting paru-paru bebas dari asap rokok. Cukup, udara kotor jakarta yang memenuhi paru-paruku.
Butuh NIAT yang teguh.
Tidak ada lagi komentar nyinyir,” bau mulutmu bau asbak”
Cukup, sembilan tahun,keluargaku terpapar asap rokok. Jahat, ya?
Iya, jahat sekali.
Kalau kamu berpikir bahwa merokok itu perbutan jahat ke keluargamu, mulailah berhenti merokok. Yuk peduli kesehatan keluarga kita.
Dua puluh enam hari, berhenti merokok tidak membuat langsung kaya? Hahaha…
Cukup, menyenangkan, membelanjakan sepuluh ribu,
mantan uang rokok, untuk secuil permen coklat kepada anak-anak.
Baru dua puluh enam hari, masih berhari-hari lagi, berbulan bahkan bertahun untuk membebaskan dari asap rokok.
Cukup doa dan niat yang sangat keras dan teguh menolak rokok.
Yuk… berhenti merokok….
Mau?
Filed under: Health