yup…
“bali” dalam pengertian orang berbahasa jawa adalah “pulang”.
Ya, aku pulang ke yoja bersama anak dan istri, cuman empat hari tapi persiapan seperti pindahan rumah. Maklum anakku dua, dan keduanya minta pokoknya baju yang disukai harus ikut “dipak”, maksudnya di taruh di koper.
Ya daripada ribut orangtua ya nurut kemauan anak saja. Toh cuman uborampe bocah.
“Hore…kita naik kereta api”, teriak deo senang, adiknya ikut bernyanyi,” tut…tutt.. tuuttt, naik kereta api tut…tut…tut…
Begitulah bocah gampang gembira begitu juga gampang sedih.
setelah berjam-jam naik kereta, mulailah, omelan, protes dari si sulung. “Kok…keretanya gak nyampe-nyampe…buk”?.
Ibunya bilang,” sabar”. Setelah berpuluh-puluh kali bertanya si deo kecapean dan tidur.
Jam menunjukkan 16.20 kereta sampai di Tugu Yoja. Wuihh tumben tepat waktu.
Karena sudah booking hotel di dagen hanya transport becak yang memungkinkan. Jadilah kita “turis” naik becak.
Ongkos sepuluh ribu, lumayan mahal kalo melihat jarak yang cukup dekat. Tapi, yo wis…ga papa.
Becak…becak… coba bawa saya… ingat lagu kanak-kanak jaman dulu.
Nyampe di hotel terus tidur…zzZZZZZZZZZZZZZZZ
Filed under: yogyes