Nocturno – Sapardi Djoko Damono
kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
dan tak habis-habisnya gelisah
tiba-tiba menjelma isyarat merebutmu
entah kapankah bisa kutangkap…
Sajak itu masih bisa kubaca dengan jelas di sebuah sampul kaset rekaman grup jazz Acoustic Alchemy. Sajak yang masih mengharu biru rasa hatiku. Kenangan itu masih tersimpan rapi di diriku.
Sampai ajal menjemputku pun sajak itu berkibar menjadi abadi…
Aku mati…
Buat ia si manis geulis, kutulis menjelang siang di akhir pekan.
Jaga kesehatan ya Bu! Musim hujan!
Filed under: Love